“Tapi Pa..” protes Tomi. Entah mereka masih bisa lanjut lagi apa tidak aku juga tidak tahu. Link Bokep Setelah basa basi sejenak akhirnya Pak Herman mulai menuju poin pembicaraan. “Mungkin saya bukan a good boss, tapi sebagai seorang laki-laki yang normal, wajar dong kalau saya ber-fantasy dengan wanita cantik,” lanjutnya. “Oke, to the point saja, saya ingin ditemani istrimu semalam sebagai hadiah ulang tahun dan kompensasi bahwa kasus ini close,” katanya tajam sambil menatap ke arahku. Unbelievable, Pak Herman yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati vaginanya seperti orang kehausan. Dengan cairannya, kumasukkan jariku ke lubang anusnya untuk menambah
gairah, ternyata dia menyukainya.“Yess yaa teruss.. ha..” tawanya, membuat aku semakin tidak tahu arahnya.

















