Tok-etku yang bergoyang-goyang langsung ditangkap oleh mulut dan tangan Rio. “Eh, Stel. Bokep Mom “Mmmh, toket lo montok banget, Liiiil…” gumam Ben. “Stella! Serbuuuuu!!” Serentak, delapan orang itu maju seolah mau mengejar kami, aku dan Stella langsung mundur sambil tertawa-tawa. Semua dari kelas yang berbeda-beda. “Gue boleh masuk, ya?” tanya Stella sambil melangkah masuk sedikit. Rio bahkan sampai masuk ke kamar karena mendengar ribut-ribut tadi. Yang bener aja, masa iya aku dan Stella harus masuk ke sana? Sementara Ben menjilati leherku dan tangannya mampir di dada kiriku, meremas-remasnya dengan gemas sampai aku ke-gelian. Di jalan, kami bertemu dengan Rio, Adi, dan Yudi yang kayaknya lagi sibuk bawa banyak barang. Stella diam aja, aku juga tambah risih. Tak lama, aku dan Stella sudah berada di antara mereka, bercanda dan ngobrol-ngobrol.




















