Aku menganalisa ruangansekitarnya. Bokep Tante Aku kecewa sekali,dan wajahkekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani.Sewaktu aku akan melepas celana dalamkudengan malu-malu,tiba-tiba tante Animencegahnya.“Tunggu Bernas. Aku sempat minta jatah 1 kali lagidengan tante Ani,namum ajakanku ditolak halusolehnya karena alasan dia ada janji denganteman-temannya.Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelaptante Ani tanpa sepengetahuan orang lainterutama ayah dan ibu. Jadimasih dianggap menempel dong.” jawabnyamembela.Aku rada gondok mendengar pembelaan tanteAni. Seperti biasapembagian harga gono-gini yang membuaturusan cerai menjadi lebih panjang. Tante lepas anting tante.”jawab tante sambil melepas anting-anting yangdikenakannya.Aku makin bernapsu untuk bermain. Maklum ibu adalah ‘business-mindedperson’. Lebih bagusnya lagi ayah hanyabekerja 5 hari saja dari hari Senin sampai Jumat.Ayah sengaja tidak memilih hari Sabtu danMinggu demi menghabiskan waktu berduadenganku. Pertama-tama bila aku menang diaselalu meminta hukuman dengan ‘Truth’punishment,lama-lama aku menjadi semakinberani menanyakan yang bukan-bukan.Sebaliknya dengan tante Ani,dia lebih sukamemaksa aku untuk memilih ‘Dare’ agar dia bisalebih leluasa mengerjaiku. Mungkinbernapsu untuk melihat tante Ani bugil juga. Di saat setelah selesai masamenstruasinya,ini




















