Aku malu setengah mati. Aku
harus mengurus anak aku. Bokep Crot Penisnya mendadak ‘hidup’ begitu lidah aku menyentuhnya. Aku benar-benar memerlukannya.Dia juga sangat pengertian. Aku memang tidak dapat bertahan lama bila dia melakukan oral seks terhadap aku. Aku merasakan diri
aku bagaikan mutiara dihadapan Kholis.Kemudian Kholis mulai mencium bibir aku. Temannya ini tidak seganteng dirinya, tetapi
sangat macho. Mungkin itu pula sebabnya, banyak teman wanitanya
yang datang kerumah.Katanya untuk belajar. Kemudian menggeram pelan, aku tahu
bahwa dia akan klimaks, aku berusaha mengeluarkan alatnya dari mulut aku, tetapi tangannya menekan
dengan keras. Tetapi Bari menahan aku. Lama-kelamaan
aku mulai khawatir untuk menyimpan pakaian ini dilemari kami berdua (aku dan Miko) sebab jumlahnya
sudah termasuk banyak.Karenanya, pakaian ini aku taruh di dalam lemari Kholis. Aduh, nikmatnya bukan kepalang. Wajah aku menurut aku cukup cantik. Aku baru menyadari betapa aku telah
sangat kehilangan momen terindah disetiap kesempatan bersama suami aku.Hari kemudian berlalu seperti biasa.




















