Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya. Bokep Live “Ahh.., Om.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Robert’ aja ya, Rin. Om, Karin musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om Robert. Habis selain ganteng dan rambutnya sedikit beruban, badannya juga tinggi tegap dan hobinya berenang serta tenis. “Aeeh.. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Robert sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Robert yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Kini Om Robert membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan. Badanku membungkuk ke depan, kedua payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun




















